Kamis, 29 November 2012

Insomnia

Terihitung dari  dua setengah jam yang lalu, ak sudah sangat sulit untuk mengendurkan saraf mataku untuk terlelap. Mata mata ini mulai liar, melihat sekeliling, berhent sejenak, kadang memanggil otak untuk beranjak dari tidurnya. Dan Otak tetap ikut meliar bersama mata-mata yang tampak jenuh menunggu. Kembali bersingkron. Mata-mata ini terus menatap jauh. Kali ini tidak hanya otak yang berusaha bangun, namun raga ini secara perlahan mengikutinya. Entah, entah apa yang aku rasakan. Mata dan otak ini serasa membawaku untuk pergi, tapi aku pun tak tau aku harus kemana. Kemana yang harus aku daki, kemana harus aku lalui. Mungkin aku serupa zebra dipadang rumput yang tertinggal kawanannya. Atau mungkin aku mirip burung yang tertinggal barisannya?
When ever, ever, anything. Aku tak tau arah! seketika mata ini terus memandang apa yang dilihatnya dan kemudian membangunkan hati. Kali ini semua berkendak, dan semua saling mebutuhkan. Tapi seakan tidak mau menyatu. Egois? Ya mereka sangat egois, mereka tak mampu mebawaku kembali terlelap bersama malam-malam panjangku. Mereka hanya manaruhku sebentar dan membawaku.
Tiba di sepertiga malam terakhir mataku kembali liar, bersama ragaku dan otakku mereka mengintip sudut rumahku, dan mengingatkan ku akan seorang yang disana. Yang setiap malam terakhir selalu mengajak ragaku untuk liar. Entah hilang atau tertiup angin, ternyata semuanya SEMU! Hanya gambaran sudut kecil rumahku yang hitam tak berlampu. Yang membuat hati ini menangis menderu haru. Tapi hati tetap berbisik
 “Tenanglah, dia disana sedang tidur pulas sengan selimut tebalnya, namun  dia sendiri. Tapi dia tetap hebat dia tetap akan mebangunkanmu disepertiga malam terakhirmu namum harus kamu tau semua itu”
Saat tiba sepertiga malam terkhirku aku berusaha untuk mengingatnya menjalani apa yang dulu dia kerjakan hingga sampai fajar mulai datang. Entah apa yang kurasa tetap saja masih ada yang kurang dihatiku, ah mungkin karena aku manusia, aku tak lekas puas.
Aku selau menyakinkan diriku saat aku mulai rapuh

Pukul 3:15
Setelah puji-pujian malam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar